Harga Bollard Dermaga 2026: Panduan Lengkap untuk Procurement

Bollard dermaga adalah perangkat tambat (mooring fitting) berbahan besi cor atau baja cor yang dipasang permanen pada struktur dermaga, jetty, atau terminal untuk menahan gaya tarik tali kapal saat kapal sandar, ditambatkan, atau menahan dorongan arus dan angin. Menentukan harga bollard dermaga yang wajar bukan perkara mudah bagi procurement manager. Variasi kapasitas tarik, material casting, sistem anchor bolt, hingga ketebalan coating membuat satu unit bollard bisa memiliki nilai kontrak yang jauh berbeda dari unit lain meskipun tampak serupa di gambar teknis. Belum lagi risiko salah spesifikasi yang berujung pada penolakan saat proses persetujuan teknis oleh pengawas proyek atau otoritas pelabuhan. Artikel ini disusun sebagai referensi teknis bagi tim procurement, engineer, dan kontraktor EPC yang sedang menyusun dokumen pengadaan bollard dermaga untuk proyek terminal, jetty, atau dermaga industri. Anda akan memahami definisi teknis, jenis dan spesifikasi standar, cara memilih supplier yang tepat, serta faktor yang memengaruhi harga bollard dermaga di pasar Indonesia saat ini.

Ringkasan Cepat — Jawaban Langsung:
  • Apa itu bollard dermaga? Perangkat tambat permanen yang menahan gaya tarik tali kapal saat sandar, mooring, atau menahan kapal dari arus dan angin.
  • Berapa kapasitas yang umum dipakai? Kapasitas bollard (25T–200T) harus dihitung berdasarkan data kapal terbesar yang akan sandar dan kondisi lingkungan dermaga, bukan asumsi umum.
  • Material apa yang dipakai? Ductile iron/SG iron grade EN-GJS-450 atau cast steel, dengan anchor bolt galvanis grade A325.
  • Bagaimana proteksi korosinya? Coating epoxy minimum 2 lapis dengan ketebalan sekitar 85 mikron menjadi syarat umum untuk ketahanan korosi di lingkungan laut.
  • Berapa harga bollard dermaga? Harga sangat bervariasi tergantung kapasitas, material, dan sertifikasi; harga disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan proyek. Silakan hubungi CS melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.

Apa Itu Bollard Dermaga dan Fungsinya dalam Sistem Mooring

Bollard dermaga adalah perangkat tambat yang dipasang secara permanen pada deck dermaga, jetty, atau terminal untuk menahan gaya tarikan tali kapal (mooring line) saat kapal sandar, ditambatkan, atau saat harus menahan gaya dorong dari arus, angin, dan gelombang. Fungsi utamanya adalah mendistribusikan beban tarik dari tali kapal ke struktur beton dermaga melalui sistem anchor bolt, sehingga kapal tetap stabil selama proses bongkar muat, bunkering, atau sandar sementara.

Bagi procurement manager, bollard tidak boleh dipandang sekadar sebagai komponen bentuk besi berbentuk jamur atau tanduk. Parameter teknis yang menentukan kelayakan bollard untuk sebuah proyek meliputi kapasitas beban tarik dalam satuan ton, jenis material casting, mutu anchor bolt, pola pemasangan pada struktur beton, sistem proteksi anti-korosi, serta kesesuaiannya dengan data kapal dan kondisi operasional dermaga. Kesalahan menentukan salah satu parameter ini berisiko membuat bollard tidak lolos uji beban atau bahkan gagal menahan kapal dalam kondisi ekstrem.

Di Indonesia, dokumen pengadaan bollard dermaga umumnya mensyaratkan kapasitas yang dihitung berdasarkan data kapal terbesar yang akan beroperasi di dermaga tersebut, ditambah kondisi lingkungan seperti kecepatan arus dan angin maksimum. Perhitungan ini kemudian harus mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebelum bollard difabrikasi dan dipasang. Spesifikasi yang sering muncul dalam dokumen tender mencakup material cast iron atau SG iron grade EN-GJS-450, anchor bolt galvanis grade A325, serta pelapisan epoxy minimum dua lapis dengan ketebalan sekitar 85 mikron untuk menahan korosi akibat paparan air laut secara terus-menerus.

Standar referensi yang umum digunakan pada proyek dermaga di Indonesia antara lain BS 6349 Part 4 untuk desain dan kapasitas bollard, serta rujukan SNI untuk struktur pendukung seperti SNI 2833:2016 untuk ketahanan gempa struktur dermaga, SNI 1729:2020 untuk baja struktural, dan SNI 2847:2019 untuk beton struktural. Memahami kerangka regulasi ini penting agar dokumen pengadaan tidak terhambat saat proses persetujuan teknis.

Jenis dan Spesifikasi Bollard Dermaga

Bollard dermaga tersedia dalam beberapa bentuk desain yang disesuaikan dengan konfigurasi tali kapal dan kapasitas tarik yang dibutuhkan. Tipe yang umum digunakan pada proyek pelabuhan Indonesia antara lain T-Head bollard, Tricorn atau Cruciform bollard, Kidney bollard, dan Cleat bollard untuk kapasitas kecil. Berikut tabel spesifikasi teknis yang biasa dicantumkan dalam dokumen pengadaan:

Kapasitas Material Standar Acuan Anchor Bolt Coating Aplikasi Umum
25 Ton SG Iron EN-GJS-450 / Cast Iron BS 6349 Part 4 Galvanis Grade A325 Epoxy 2 lapis, min 85 mikron Jetty kecil, dermaga sungai
50 Ton SG Iron EN-GJS-450 BS 6349 Part 4 Galvanis Grade A325 Epoxy 2 lapis, min 85 mikron Terminal serbaguna, jetty industri
75 Ton SG Iron / Cast Steel BS 6349 Part 4 Galvanis Grade A325 Epoxy 2 lapis, min 85 mikron Terminal curah, dermaga menengah
100 Ton Cast Steel / SG Iron BS 6349 Part 4 Galvanis Grade A325 (diameter besar) Epoxy 2–3 lapis, min 85 mikron Terminal peti kemas, curah besar
150 Ton Cast Steel BS 6349 Part 4 / spesifikasi proyek Galvanis Grade A325, pola khusus Epoxy 3 lapis Terminal energi, LNG, jetty besar
200 Ton Cast Steel Spesifikasi proyek / owner requirement Custom sesuai desain struktur Epoxy 3 lapis + sistem sacrificial anode (opsional) Terminal kapal besar, dermaga strategis

Pemilihan kapasitas bollard bukan sekadar mengikuti tabel standar, melainkan harus dihitung ulang berdasarkan analisis mooring yang mempertimbangkan bobot kapal, konfigurasi tali, dan gaya lingkungan pada lokasi dermaga spesifik. Karena itu, dokumen spesifikasi teknis proyek sebaiknya selalu memuat hasil perhitungan tersebut sebagai dasar penentuan kapasitas bollard yang dipesan.

Cara Memilih Bollard Dermaga yang Tepat untuk Proyek Anda

Bagi procurement manager dan engineer, memilih bollard dermaga tidak cukup hanya dengan membandingkan angka harga. Ada sejumlah pertanyaan teknis yang wajib diajukan kepada calon supplier sebelum menerbitkan purchase order, antara lain: bollard ini kapasitasnya berapa ton dan dihitung untuk tipe kapal apa, materialnya cast iron, ductile iron, atau cast steel, serta apakah tersedia sertifikat pabrik dan dokumen uji mutu yang dapat diverifikasi.

Pertanyaan lain yang tidak kalah penting adalah standar apa yang dipakai dan apakah sesuai dengan spesifikasi proyek yang telah disetujui pengawas, bagaimana detail anchor bolt, pola angkur, dan metode instalasinya ke struktur beton dermaga, serta seperti apa sistem coating atau proteksi korosi yang digunakan dan berapa ketebalan lapisannya. Terakhir, pastikan supplier dapat memberikan garansi, ketersediaan spare part, dan dukungan after-sales, karena bollard adalah komponen struktural yang akan menahan beban tarik kapal selama puluhan tahun masa layan dermaga.

Beberapa faktor pembeda kualitas yang perlu diperhatikan meliputi margin keamanan desain terhadap gaya mooring aktual, konsistensi hasil casting dan ketelitian dimensi produk, kualitas anchor bolt serta metode penanamannya ke beton, ketebalan dan jenis sistem coating anti-korosi, kelengkapan sertifikat material dan factory test report, kesesuaian dengan standar yang disyaratkan dalam dokumen proyek, serta rekam jejak pemakaian produk sejenis di terminal atau dermaga lain. Supplier yang kredibel akan bersedia memberikan seluruh dokumen ini tanpa diminta berulang kali, karena hal tersebut menjadi bagian standar dari proses quality assurance sebelum barang dikirim ke lokasi proyek. Sebagai importir resmi bollard dermaga, Gold Marine Indonesia memastikan setiap unit yang dikirim ke proyek dilengkapi dokumen traceability material yang dapat diverifikasi langsung oleh tim engineer pembeli.

Pembeli bollard dermaga di Indonesia umumnya berasal dari operator pelabuhan dan terminal peti kemas, terminal curah dan liquid bulk, pemilik dermaga industri di kawasan pesisir, galangan kapal, kontraktor EPC maritim, BUMN kepelabuhanan dan anak usahanya termasuk Pelindo group, terminal swasta, hingga pemerintah daerah yang membangun dermaga publik. Masing-masing segmen memiliki standar teknis dan proses persetujuan yang sedikit berbeda, sehingga penting bagi supplier untuk memahami konteks regulasi proyek sejak tahap konsultasi awal.

Harga Bollard Dermaga dan Cara Memesan

Harga bollard dermaga di pasar Indonesia sangat bervariasi karena dipengaruhi oleh kapasitas tonase, jenis material, kompleksitas pola anchor bolt, sistem coating, serta apakah produk merupakan stok standar atau fabrikasi custom sesuai spesifikasi proyek. Perlu dicatat bahwa listing dengan harga sangat rendah di marketplace umumnya tidak merepresentasikan bollard dermaga heavy-duty untuk kebutuhan pengadaan B2B, karena produk semacam itu biasanya tidak dilengkapi sertifikat material, hasil uji beban, maupun jaminan kesesuaian dengan standar proyek seperti BS 6349 Part 4.

Karena kompleksitas variabel tersebut, harga disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan proyek. Silakan hubungi CS melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut, termasuk penawaran berdasarkan data kapal, kondisi lingkungan dermaga, dan dokumen spesifikasi proyek Anda.

Gold Marine Indonesia merupakan importir resmi bollard dermaga dengan kapasitas 25 ton hingga 200 ton, lengkap dengan sertifikasi material dan dokumen uji mutu yang dapat diverifikasi oleh tim engineer proyek. Sebagai mitra teknis yang juga menyediakan pneumatic rubber fender, marine airbag, solid rubber fender, hingga dock accessories, kami memahami bahwa procurement dermaga sering membutuhkan lebih dari satu jenis komponen dalam satu proses pengadaan. Konsultasikan kebutuhan perhitungan kapasitas dan spesifikasi teknis proyek Anda langsung dengan tim kami sebelum menerbitkan dokumen tender.

Tanya Jawab Singkat Seputar Bollard Dermaga

Berapa harga bollard dermaga kapasitas 50 ton?

Harga bollard dermaga 50 ton tergantung material (SG iron atau cast steel), sistem coating, dan apakah termasuk sertifikat uji mutu. Karena variabel ini cukup kompleks, harga pasti hanya bisa diberikan setelah tim mengetahui detail spesifikasi proyek Anda melalui konsultasi langsung.

Apa bedanya bollard dermaga dan fender kapal?

Bollard berfungsi menahan tali kapal (mooring) agar kapal tidak hanyut dari posisi sandar, sedangkan fender berfungsi sebagai peredam tumbukan (shock absorber) antara lambung kapal dan struktur dermaga. Keduanya adalah komponen yang berbeda fungsi namun sama-sama wajib ada dalam sistem sandar kapal yang aman.

Berapa lama umur pakai bollard dermaga sebelum perlu diganti?

Dengan material cast steel atau SG iron dan sistem coating epoxy yang sesuai standar, bollard dermaga umumnya dapat bertahan 20–30 tahun masa layan jika instalasi anchor bolt dan perawatan rutin dilakukan dengan benar. Faktor yang memperpendek umur pakai biasanya adalah korosi akibat coating yang tidak memadai atau beban tarik yang melebihi kapasitas desain.

Butuh Perlengkapan Marine & Pelabuhan?

Hubungi Gold Marine Indonesia — importir resmi, stok ready, dokumen lengkap, kirim seluruh Indonesia.

Hubungi via WhatsApp

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Q: Bollard dermaga kapasitasnya berapa ton dan dihitung untuk tipe kapal apa?

A: Kapasitas bollard ditentukan dari hasil analisis mooring yang mempertimbangkan bobot kapal terbesar yang akan sandar, konfigurasi tali, serta kondisi arus dan angin di lokasi dermaga. Rentang kapasitas yang umum di pasar Indonesia berkisar 25 ton hingga 200 ton, disesuaikan dengan jenis terminal dan ukuran kapal operasional.

Q: Material apa yang paling umum digunakan untuk bollard dermaga proyek?

A: Material yang paling sering disyaratkan dalam dokumen pengadaan adalah SG iron atau ductile iron grade EN-GJS-450 untuk kapasitas menengah, serta cast steel untuk kapasitas besar di atas 100 ton. Pemilihan material mempertimbangkan kekuatan tarik, ketahanan korosi, dan kesesuaian dengan standar proyek.

Q: Apakah bollard dermaga wajib memiliki sertifikat pabrik dan dokumen uji mutu?

A: Ya, untuk kebutuhan proyek B2B seperti terminal pelabuhan atau dermaga industri, sertifikat material dan factory test report menjadi syarat wajib agar bollard dapat disetujui oleh pengawas proyek dan otoritas terkait. Dokumen ini juga menjadi dasar verifikasi traceability material saat proses commissioning.

Q: Standar apa yang biasa dipakai untuk bollard dermaga di Indonesia?

A: Standar yang umum dirujuk adalah BS 6349 Part 4 untuk desain dan kapasitas bollard, sementara struktur pendukung dermaga mengacu pada SNI 2833:2016, SNI 1729:2020, dan SNI 2847:2019. Kapasitas bollard juga harus mendapat persetujuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebelum instalasi.

Q: Bagaimana detail anchor bolt dan metode instalasi bollard dermaga?

A: Anchor bolt umumnya menggunakan material galvanis grade A325 dengan pola dan jumlah titik angkur yang disesuaikan dengan kapasitas beban tarik bollard serta desain struktur beton dermaga. Metode instalasi harus mengikuti gambar kerja yang telah disetujui engineer struktur proyek.

Q: Apa sistem coating yang direkomendasikan untuk bollard di lingkungan laut?

A: Sistem yang umum dipakai adalah pelapisan epoxy minimum dua lapis dengan ketebalan sekitar 85 mikron, yang dirancang untuk menahan korosi akibat paparan air laut dan kelembaban tinggi secara terus-menerus. Untuk proyek dengan risiko korosi tinggi, lapisan tambahan atau sistem proteksi katodik dapat dipertimbangkan.

Q: Berapa harga bollard dermaga untuk kebutuhan proyek pelabuhan?

A: Harga bollard dermaga bervariasi tergantung kapasitas, material, sertifikasi, dan tingkat kustomisasi sesuai spesifikasi proyek. Harga disesuaikan dengan spesifikasi dan kebutuhan proyek. Silakan hubungi CS melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.